Sumedang adalah sebuah kota kecil yang terdapat di antara dua kota besar, yaitu Bandung dan Cirebon. Kota ini sering dikenal sebagai tempat persinggahan bagi mereka yang tengah melakukan perjalanan darat antara Bandung dan Cirebon. Ke khasan tempat ini adalah makananya, yaitu tahu sumedang yang terkenal memiliki cita rasa yang berbeda dengan makanan sejenis yang terdapat di kota-kota lain. Jaman dahulu, wilayah Sumedang telah dikenal sebagai lokasi kerajaan Sumedang larang yang didirikan oleh Praburesi Tajimalela (kurang lebih 1340 - 1350) dengan wilayah meliputi: Sumedang, Garut (Limbangan), Tasikmalaya (Sukapura) dan Bandung. Disaat Pajajaran di Bogor runtuh pada tahun 1579, pembesar dan senapatinya menyelamatkan atribut dan perangkat kerajaan ke istana Sumedanglarang ini. Raja terakhir Sumedanglarang adalah Prabu Geusan Ulun yang sempat memindahkan keraton dari Sumedanglarang ke daerah Dayeuh Kolot, beliau wafat pada tahun 1608 M. |
Tampilkan postingan dengan label Tempat wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat wisata. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 September 2011
WISATA SUMEDANG
WISATA GARUT
|
|
WISATA PULAU BALI
Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia. Banyak yang mengatakan bahwa Anda belum ke Indonesia jika belum pernah mengunjungi Bali. Pulau Bali merupakan tujuan favorit para pelancong baik dari mancanegara maupun lokal, hal ini dikarenakan Bali memang memiliki k
WISATA CIREBON
Cirebon merupakan tempat pertemuan dari berbagai perbedaan percampuran yang sangat menarik dari budaya masyarakat sunda yang beragama Islam, masyarakat Cina dan Hindu.
WISATA SUKABUMI
Kabupaten sukabumi memiliki segudang pesona pariwisata gunung dan rimba, dengan ragam paket wisata yang ditawarkan seperti : Wisata kebun, trekking, hiking, camping, mountain cycling, paint ball, recreational hunting dan lain-lain. Bagi anda yang menyukai dunia petalangan, anda harus segera mencoba beberapa paket wisata yang penuh tantangan dan memacu andrenalin ini. Mountain cycling, paint ball, recreational hunting Adalah paket-paket wisata yang sangat pas bagi anda yang ingin menguji kemampuan, mengasah insting dan memacu adrenalin. Sungguh sebuah rekreasi yang seru, tegang sekaligus mengasyikan. Wisata Kebun di kampong wisata sangat cocok bagi anda yang suntuk dengan hangar binger kota besar, karena paket wisata ini menawarkan keteangan suasana alam pedesaan yang sejuk di tengah perkebunan teh dan jauh dari kebisingan. |
Satu lagi obat yang pas untuk mengobati kejenuhan anda adalah wisata trekking, hiking dan camping. Dan tempat yang pas untuk melakukan itu semua antara lain adalah Gunung Halimun, Gunung Gede, dan Gunung Walat. Serta di sekitar area objek wisata arung jeram Citarik, Kecamatan Cikandang. Alam sukabumi yang sangat kaya memungkinkan anda melakkan berbagai kegiatan outdoor seperti team building, moto cross dan off road dengan menggunakan kendaraan 4 WD (four wheel drive). Untuk kegiatan team building, anda emiliki banyak pilihan tempat, dari mulai ujung utara sampai dengan ujun selatan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk kegiatan motor cros dan off road, anda harus mencoba alam sukabumi yang menantang dan sulit untuk ditaklukan, salah satunya ialah kemuning offroad di Cijangkar, 10 KM dari kota Sukabumi memiliki trek sepanjang 3 KM dengan nuansa perkebunan dan arus liar. |
WISATA BANTEN
Mesjid Agung Banten. Banten dikenal dengan kehidupan agamanya yang harmonis dan saling toleran satu sama lain. Mesjid agung Banten dibangun oleh Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566. Selain serbagai pusat pengembangan Islam di banten, mesjid ini juga dibangun untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada. Sementara kuil Cina yang ditemukan di Banten dibangun pada masa-masa awal kesultanan Banten, dan letaknya kurang lebih 50 meter dari benteng Speelwijk. Kuil ini merupakan salah satu kuil tertua di Indonesia. |
Minggu, 24 Juli 2011
TAMAN
TAMAN WISATA MATAHARI Jl. Raya Pucak Km 77, Bogor 16750 - Jawa Barat. Telpon : 0251-8252239, Faks : 0251-8252261 |
KEBUN RAYA CIBODAS
KEBUN RAYA CIBODAS Jl. Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat - 43253. PO. Box 19 SDL-Cianjur Phone: 0263-512233, 520419 Fax.: 0263-512233 Email: krcibodas@lipi.go.id |
FASILITAS: Rumah Paku-pakuan, Rumah Kaca, Pembibitan Anggrek, Sukulen, Kaktus, Air Terjun, Jalan Air, Tanam Tematik, Taman Lumut, Koleksi Tanaman Obat, Wisma Tamu, Kupel, Kafetaria, Mesjid, Penjualan Tanaman, Kuda Tunggang. |
Jumat, 10 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
JERAM SERAYU WONOSOBO
Jeram Serayu Wonosobo
page : 1
src: www.mapalaui.info
Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu bagian dari Propinsi Jawa Tengah yang terletak di lereng beberapa gunung dan pegunungan. Wilayah Wonosobo terletak di lereng Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Bismo dan di lereng pegunungan Telomoyo, Tampomas serta Songgoriti.
Luas wilayah Kabupaten Wonosobo adalah 984,68 Km persegi, terletak antara 7° 11° dan 7° 04° Lintang Selatan, 109° 43° dan 110° 04° Bujur Timur. Kabupaten Wonosobo berjarak 120 Km dari ibu kota Propinsi Jawa Tengah dan 520 Km dari ibu kota negara (Jakarta) dengan ketinggian berkisar antara 270 meter sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut (dpl).
Secara hydrologis dan geologis Wonosobo memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Oleh karena letaknya di sekitar gunung berapi yang masih muda, maka kesuburan tanahnya amat tinggi yang sangat berpengaruh terhadap potensi pertanian dan perkebunan yang merupakan sumber penghasilan penting bagi Wonosobo.
Luas wilayah Kabupaten Wonosobo adalah 984,68 Km persegi, terletak antara 7° 11° dan 7° 04° Lintang Selatan, 109° 43° dan 110° 04° Bujur Timur. Kabupaten Wonosobo berjarak 120 Km dari ibu kota Propinsi Jawa Tengah dan 520 Km dari ibu kota negara (Jakarta) dengan ketinggian berkisar antara 270 meter sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut (dpl).
Secara hydrologis dan geologis Wonosobo memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Oleh karena letaknya di sekitar gunung berapi yang masih muda, maka kesuburan tanahnya amat tinggi yang sangat berpengaruh terhadap potensi pertanian dan perkebunan yang merupakan sumber penghasilan penting bagi Wonosobo.
GUNUNG PANCAR;MANDI AIR PANAS YANG MENYEGARKAN
Gunung Pancar : Mandi Air Panas yang Menyegarkan
page : 1
src: perempuan.com
Cuaca cerah. Awan tipis menggantung di langit. Angin berhembus lambat-lambat. Harum hutan pinus mengucapkan selamat datang. Gunung Pancar, Taman Wisata Alam di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini menawarkan wisata alam pemandian air panas Untuk mencapai lokasi Taman Wisata Alam Gunung Pancar dapat ditempuh melalui dua jalan. Pertama, lewat Pintu Tol Sentul menuju Desa Babakan Madang dan Desa Karangtengah dengan kondisi jalan beraspal cukup baik sejauh 13 Km dengan waktu tempuh 20 menit. Kedua, melalui kota Bogor dengan melewati daerah Bogor Baru terus menuju Desa Karangtengah sejauh 25 Km dengan waktu tempuh 1 jam.
Sepanjang jalan menuju Gunung Pancar mata anda akan melihat banyak tumpukan batu. Sesekali terlihat para pekerja kasar yang sedang membelah dan mengangkut batu kali. Biasanya batu kali digunakan sebagai pondasi rumah atau bangunan. Penggilingan batu adalah mata pencaharian penduduk sekitar Gunung Pancar.
Sepanjang jalan menuju Gunung Pancar mata anda akan melihat banyak tumpukan batu. Sesekali terlihat para pekerja kasar yang sedang membelah dan mengangkut batu kali. Biasanya batu kali digunakan sebagai pondasi rumah atau bangunan. Penggilingan batu adalah mata pencaharian penduduk sekitar Gunung Pancar.
PESONA PANTAI TELUK PENYU CILACAP
Pesona Pantai Teluk Penyu
page : 1
src: pariwisata.cilacapkab.go.id
Teluk Penyu merupakan kawasan pantai di selatan Kabupaten Cilacap, utamanya sepanjang pesisir dari Kecamatan Cilacap Selatan yang lokasinya tidak langsung berhubungan dengan Samudera Hindia atau Indonesia karena dikelilingi oleh Pulau Nusakambangan. Pantai Teluk Penyu berjarak 2 Km ke arah timur dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.
Teluk ini memiliki pemandangan yang indah dan menyegarkan dengan luas kira-kira 14 ha. Area Teluk Penyu yang biasa dikunjungi oleh para pengunjung (utamanya penduduk dan wisatawan lokal) biasanya mulai dari pelabuhan perikanan Samudera dari hingga bibir pantai yang biasa disebut Areal 70 (merujuk kepada sebutan masyarakat sekitar terhadap kawasan tangki-tangki penimbunan
Teluk ini memiliki pemandangan yang indah dan menyegarkan dengan luas kira-kira 14 ha. Area Teluk Penyu yang biasa dikunjungi oleh para pengunjung (utamanya penduduk dan wisatawan lokal) biasanya mulai dari pelabuhan perikanan Samudera dari hingga bibir pantai yang biasa disebut Areal 70 (merujuk kepada sebutan masyarakat sekitar terhadap kawasan tangki-tangki penimbunan
BANTEN;WISATA EKSOTIS,MISTISDAN MAGIS
Kota Banten : Wisata Eksotisme, Mistis dan Magis
page : 1
src: ernestina817.wordpress.com
Banten yang mistis dengan Suku Baduy. Banten yang indah dengan jajaran pantai pasir putihnya. Banten yang rimbun dan terpencil dengan Ujung Kulonnya. Banten yang sakti dengan berbagai aksi tradisionalnya. Inilah sekelumit eksotisme Banten. Seraaammm! Itulah kesan yang muncul saat Anda menyaksikan pertunjukan debus. Sebuah atraksi unik dan langka yang hanya ada di Banten.
Debus merupakan paduan beragam jenis pencak silat dan musik tradisional dengan unsur magis yang kental. Menyaksikan debus, layaknya melihat para Superman yang kebal terhadap benda tajam dan tak hangus dilalap api. Tak heran bila tradisi khas Banten ini bukan hanya populer di Indonesia, tapi sampai ke belahan dunia lain. Kentalnya unsur magis dan religius pada debus, tak lepas dari
Debus merupakan paduan beragam jenis pencak silat dan musik tradisional dengan unsur magis yang kental. Menyaksikan debus, layaknya melihat para Superman yang kebal terhadap benda tajam dan tak hangus dilalap api. Tak heran bila tradisi khas Banten ini bukan hanya populer di Indonesia, tapi sampai ke belahan dunia lain. Kentalnya unsur magis dan religius pada debus, tak lepas dari
KEBUN BINATANG RAGUNAN
elain berfungsi sebagai tempat rekreasi, kebun binatang Ragunan merupakan tempat rekreasi yang berwawasan pendidikan.
Tawa riang terdengar dari beberapa sudut. Sesekali jeritan kecil mewarnai canda riang sekelompok anak-anak tersebut. Sementara, beberapa lagi di antara bocah-bocah itu nampak penasaran plus raut wajahnya terlihat bercampur takut saat melihat tingkah polah binatang yang mendekat ke sisi pagar pembatas kandang. Ini secuil pemandangan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), satu hari.
Taman raksasa yang berjarak 20 km dari pusat kota Jakarta ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang memuat wawasan edukasi. Tak heran banyak keluarga yang berkunjung ke sini. Mereka tidak hanya menonton aneka satwa yang ada, tapi juga menikmati kesejukan alam yang ditampilkan kebun binatang yang ada di Jakarta Selatan ini.
Di taman seluas 145 hektare, orangtua dapat mengenalkan jenis-jenis hewan koleksi TMR kepada anak-anaknya. Diantara pepohonan besar nan rimbun serta udara yang sejuk, menjadikan kawasan ini sangat asri dan nyaman. Pengunjung pun bisa merasa nyaman berkeliling meski matahari sedang tepat di atas kepala.
Sekitar 90 persen koleksi hewan yang di miliki TMR adalah satwa asli Indonesia. Di setiap kandang, terdapat informasi tentang satwa penghuninya, sehingga membatu dan menambah wawasan pengunjung tentang jenis dan asal hewan yang di lihatnya.
Pengunjung membludak biasanya pada akhir pekan atau saat libur, pada hari-hari tersebut, pengunjung –khususnya anak-anak– dapat menunggang gajah, delman, atau perahu. Salah satu tontonan yang sangat menarik perhatian para pengunjung adalah orangutan yang mengelilingi kebun binatang dengan menggunakan delman.
Hikayat Kebun Binatang Ragunan
Sejarah keberadaan Taman Margasatwa Ragunan dimulai dengan berdirinya kebun binatang pertama yang bernama Planten En Dierentuin tahun 1864, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Saat itu Planten En Dierentuin dikelola Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.
Keberadaan kebun binatang di kawasan Cikini ini tak lepas dari peran Raden Saleh, pelukis terkenal Indonesia. Seniman yang karyanya banyak dipuji seniman Eropa ini, menghibahkan tanah miliknya seluas 10 hektare sebagai tempat berdirinya kebun binatang pertama di Indonesia tersebut.
Nama Planten En Dierentuin kemudian berubah menjadi Kebun Binatang Cikini pada 1949. Kemudian kebun binatang ini dipindahkan lokasinya pada 1964 ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tanah seluas 30 hektare yang diperuntukkan bagi kebun binatang yang baru ini, merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Secara resmi Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 22 Juni 1966 meresmikannya dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Dalam perjalanannya, namanya sempat berubah menjadi Kebun Binatang Ragunan, dan akhirnya kembali dibakukan sebagai Taman Margasatwa Ragunan.
Kini, kebun binatang yang terlengkap di Indonesia ini telah mengalami perluasan. Areanya kini berkembang mencapai 140 hektare, memiliki satwa sekitar 295 spesies, berikut 4.040 spesimen.
Pusat primata Schmutzer: Surga pecinta primata
Pusat Primata yang berdiri di kawasan TMR ini bisa dikatakan sebuah hadiah tak ternilai dari seorang wanita berdarah Belanda, Puck Schmutzer kepada masyarakat Indonesia. Schmutzer menghibahkan uang yang dimilikinya untuk dimanfaatkan membangun sebuah area penangkaran bagi berbagai jenis primata. Ia berharap hibah yang diberikannya ini dapat membantu masyarakat Indonesia agar lebih menghargai dan peduli pada kelestarian satwa liarnya.
Pusat Primata yang diresmikan 10 Agustus 2002 ini luasnya yang mencapai 13 hektare, dan diakui sebagai yang terbesar di dunia. Kehidupan primata di Schmutzer ini dibuat seperti sesungguhnya kehidupan mereka di alam bebas. Para binatang ini dibiarkan hidup bebas tanpa kandang atau disebut dengan enklosur.
Beberapa primata asli Indonesia yang ada disini diantaranya Orang Utan, Owa Kalimantan, Owa Jawa Abu-abu –merupkan spesies yang sangat langka–, Siamang, dan beberapa jenis lainnya.
Selain koleksi primata asli Indonesia di pusat primata ini juga memiliki koleksi primata dari negara-negara lain seperti Gorila dan Simpanse. Empat ekor Gorilla yang menghuni Pusat Primata Schmutzer, didatangkan dari Howlettes dan Port Lympne, Inggris.
Tawa riang terdengar dari beberapa sudut. Sesekali jeritan kecil mewarnai canda riang sekelompok anak-anak tersebut. Sementara, beberapa lagi di antara bocah-bocah itu nampak penasaran plus raut wajahnya terlihat bercampur takut saat melihat tingkah polah binatang yang mendekat ke sisi pagar pembatas kandang. Ini secuil pemandangan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), satu hari.
Taman raksasa yang berjarak 20 km dari pusat kota Jakarta ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang memuat wawasan edukasi. Tak heran banyak keluarga yang berkunjung ke sini. Mereka tidak hanya menonton aneka satwa yang ada, tapi juga menikmati kesejukan alam yang ditampilkan kebun binatang yang ada di Jakarta Selatan ini.
Di taman seluas 145 hektare, orangtua dapat mengenalkan jenis-jenis hewan koleksi TMR kepada anak-anaknya. Diantara pepohonan besar nan rimbun serta udara yang sejuk, menjadikan kawasan ini sangat asri dan nyaman. Pengunjung pun bisa merasa nyaman berkeliling meski matahari sedang tepat di atas kepala.
Sekitar 90 persen koleksi hewan yang di miliki TMR adalah satwa asli Indonesia. Di setiap kandang, terdapat informasi tentang satwa penghuninya, sehingga membatu dan menambah wawasan pengunjung tentang jenis dan asal hewan yang di lihatnya.
Pengunjung membludak biasanya pada akhir pekan atau saat libur, pada hari-hari tersebut, pengunjung –khususnya anak-anak– dapat menunggang gajah, delman, atau perahu. Salah satu tontonan yang sangat menarik perhatian para pengunjung adalah orangutan yang mengelilingi kebun binatang dengan menggunakan delman.
Hikayat Kebun Binatang Ragunan
Sejarah keberadaan Taman Margasatwa Ragunan dimulai dengan berdirinya kebun binatang pertama yang bernama Planten En Dierentuin tahun 1864, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Saat itu Planten En Dierentuin dikelola Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.
Keberadaan kebun binatang di kawasan Cikini ini tak lepas dari peran Raden Saleh, pelukis terkenal Indonesia. Seniman yang karyanya banyak dipuji seniman Eropa ini, menghibahkan tanah miliknya seluas 10 hektare sebagai tempat berdirinya kebun binatang pertama di Indonesia tersebut.
Nama Planten En Dierentuin kemudian berubah menjadi Kebun Binatang Cikini pada 1949. Kemudian kebun binatang ini dipindahkan lokasinya pada 1964 ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tanah seluas 30 hektare yang diperuntukkan bagi kebun binatang yang baru ini, merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Secara resmi Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 22 Juni 1966 meresmikannya dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Dalam perjalanannya, namanya sempat berubah menjadi Kebun Binatang Ragunan, dan akhirnya kembali dibakukan sebagai Taman Margasatwa Ragunan.
Kini, kebun binatang yang terlengkap di Indonesia ini telah mengalami perluasan. Areanya kini berkembang mencapai 140 hektare, memiliki satwa sekitar 295 spesies, berikut 4.040 spesimen.
Pusat primata Schmutzer: Surga pecinta primata
Pusat Primata yang berdiri di kawasan TMR ini bisa dikatakan sebuah hadiah tak ternilai dari seorang wanita berdarah Belanda, Puck Schmutzer kepada masyarakat Indonesia. Schmutzer menghibahkan uang yang dimilikinya untuk dimanfaatkan membangun sebuah area penangkaran bagi berbagai jenis primata. Ia berharap hibah yang diberikannya ini dapat membantu masyarakat Indonesia agar lebih menghargai dan peduli pada kelestarian satwa liarnya.
Pusat Primata yang diresmikan 10 Agustus 2002 ini luasnya yang mencapai 13 hektare, dan diakui sebagai yang terbesar di dunia. Kehidupan primata di Schmutzer ini dibuat seperti sesungguhnya kehidupan mereka di alam bebas. Para binatang ini dibiarkan hidup bebas tanpa kandang atau disebut dengan enklosur.
Beberapa primata asli Indonesia yang ada disini diantaranya Orang Utan, Owa Kalimantan, Owa Jawa Abu-abu –merupkan spesies yang sangat langka–, Siamang, dan beberapa jenis lainnya.
Selain koleksi primata asli Indonesia di pusat primata ini juga memiliki koleksi primata dari negara-negara lain seperti Gorila dan Simpanse. Empat ekor Gorilla yang menghuni Pusat Primata Schmutzer, didatangkan dari Howlettes dan Port Lympne, Inggris.
Rabu, 18 Mei 2011
Gunung geulis bogor
- EmailShare0
- SHAREBAR
Jika anda ingin berlibur ke tempat yang udaranya masih segar dan nyaman serta pemandangan yang hijau, anda dapat berkunjung ke Gunung Geulis .Kawasan ramah lingkungan yang cocok dengan namanya ini, berlokasi di kecamatan Sukaraja Bogor .
Di lereng bukit terdapat Gunung Geulis Resort & Contagges, disini tersedia 36 unit conttage dan lapangan golf. Selain itu tempat ini juga memiliki fasilitas lainnya seperti kolam renang, driving range dan
Goa keraton bogor
- EmailShare0
- SHAREBAR
Langganan:
Postingan (Atom)